Komunitas Ciputat

Komunitas Warga Ciputat dan Sekitarnya

Kesadaran Hemat Listrik Warga Rendah

Posted by komunitasciputat pada Agustus 11, 2008

Radar Banten

CIPUTAT – Masih rendahnya kesadaran hemat listrik di masyarakat bagian selatan Kabupaten Tangerang, mendorong tiga unit pelayanan listrik (UPL) PLN di tiga wilayah menggelar kampanye hemat listrik. Kegiatan dilakukan sambil bersepeda santai.

Sebanyak 300 peserta sepeda santai yang mengikuti kegiatan yang digelar Minggu (10/8), itu berasal dari UPL Area Bintaro, UPL Area Ciputat, dan UPL Area Pamulang.
Start kegiatan dilakukan di kantor UPL Area masing-masing dan finish di Karang Tinggal, Kecamatan Ciputat, Kabupaten Tangerang. Dalam kegiatan ini, mereka membagi-bagikan stiker dan brosur tentang penghematan listrik kepada masyarakat.

Manager Operasional UPL Area Ciputat Tris Yanuarsyah mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan untuk membantu program pemeritah dalam upaya pemanfaatan energi. Digelarnya kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat betapa pentingnya melakukan penghematan energi.
“Diakui atau tidak, tingkat kesadaran masyarakat tentang hemat listrik masih rendah. Untuk itu, kami kampanyekan kepada masyarakat agar setiap jam harus hemat listrik, minimal matikan dua lampu di rumah masing-masing setiap harinya,” ungkap Tris, di sela-sela kegiatan.
Dikatakan Tris, pihaknya mengajak kepada masyarakat, terutama pelanggan rumah tangga mulai pukul 17.00 WIB hingga 22.00 WIB dapat mengurangi pemakaian listrik.
“Kami mengajak kepada masyarakat agar sejak dini menanamkan budaya hemat energi. Mulai dari diri sendiri, seperti hal-hal sepele di antaranya matikan TV bila tidak ditonton, matikan AC dan kipas angin bila meninggalkan ruangan, mengganti lampu pijar dengan lampu hemat energi. Atau matikan lampu bila tidak diperlukan,” katanya.

Kepala APL Pamulang Purwadi menambahkan, bagi pelanggan rumah tangga menggunakan listrik dapat lebih hemat akan berpengaruh terhadap sebagian subsidi untuk produk listrik PLN. Sehingga, anggaran yang seharusnya untuk subsidi dapat dialihkan ke pos lain, misalnya untuk anggaran pendidikan dan kesehatan. Pasalnya, sejak tahun 2003 hingga saat ini masyarakat yang tinggal di Jawa dan Bali, tarif pembayaran listrik masih disubsidi pemerintah.
Seharusnya, masyarakat membayar Rp 1.350/kwh, tapi sampai saat ini hanya dikenakan Rp 600/kwh. Karena sisanya ditanggung pemerintah,” katanya. (ang)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: